Harmoni dan solidaritas perempuan di jejaring sosial Facebook (kajian pragmatik)

Rosita Ambarwati

Abstract


Perkembangan teknologi berdampak luas pada banyak hal, salah satunya adalah perkembangan komunikasi melalui jejaring sosial. Hal yang menarik pada fenomena facebook adalah sebagian besar penggunanya adalah perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan wujud harmoni komunikasi perempuan di facebook. (2) Menggambarkan wujud solidaritas perempuan saat beromunikasi di facebook, (3) Menggali lebih dalam sejauh mana karakteristik bahasa perempuan dalam komunikasi fatis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan pragmatik. Subyek penelitian adalah wanita dewasa umur 25-50 tahun. Data adalah tuturan perempuan di jejaring sosial facebook. Pemilihan data dilakukan dengan pertimbangan tertentu menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat terhadap sejumlah tuturan yang mengandung bentuk ungkapan fatis. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas yaitu dengan perpanjangan pengamatan dan member check. Analisis data dilakukan berdasarkan model analisis Spradley yang terbagi menjadi 4 tahap, yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis kontekstual dan analisis tema budaya. Hasil yang dicapai adalah: (1) Wujud harmoni perempuan saat berkomunikasi difacebook ditujukan untuk menjaga hubungan tetap langgeng dan baik. Penanda fatis sebagai perwujudan harmoni yang muncul adalah: 1) Hehehe (ekspresi tertawa),  2) Take care, momy.....(ungkapan basa-basi yang lebih bermakna sebagai salam, 3) thanks (ucapan terima kasih)  (2) Wujud solidaritas tercermin dari ungkapan, Aamiin, dan ungkapan memberikan dukungan moril. Karakteristik bahasa perempuan yang tampak adalah, menggunakan ungkapan santun, menggunakan kalimat tidak langsung, menggunakan kata sifat, menggunakan tag question. komunikasi fatis di facebook menjadi dominan karena bentuk komunikasi tidak bertatap muka secara langsung sehingga ekspresi penutur tidak dapat terlihat dan komentar yang muncul tidak bisa dipastikan keajekan waktunya sehingga kejujuran tuturan kurang bisa diterima. Hal ini mempunyai kecenderungan sebagai bentuk basa-basi


Keywords


harmoni; solidaritas; perempuan; facebook

Full Text:

PDF

References


Al-Ginai, J. (2011). Translating Phatic Exspressions. Pragmatics 21:1.23-39. International Pragmatics Association

Bungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Calderon, C. (2012). Gossip and Gender in Computer Mediated Communication on Facebook. Senft, Gunter. 2014. Phatic Communion.

Danah, M.B. (2007). Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer‐Mediated Communication.

Hopkins, K. (2014). The phatic nature of the online social sphere: Implications for public relations. PRism 11(2): http://www.prismjournal.org/homepage.html

Kreidler, C. (1998) Introducing English Semantics. London: Routledge Kridalaksana, Harimurti. 2007. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka tama.

Leech, G.N. (1983) The Principles of Pragmatics. London: Longman.

Locher, M (2015). Relational Work in Facebook and Discussion Board. Pragmatics 25:1.1-21. International Pragmatics Assosiation.

Malinowski, B. (1923). The Problem of Meaning in Primitive Languages. In C. K. Ogden & I.A.

Mc quail, D. (2000). Mc. Quail’s Communication Theory (4th edition). London:Sage Publication

Miller, V. (2008). New media, networking and phatic culture. Converge 14:387-400.

Nazir, B. (2012). Gender Patterns on Facebook: A Sociolinguistics Perspective. Macrothink Institute. International Journal of Linguistics vol. 4, no 3

Padilla, M. (2005). On the Phatic Interpretation of Utterances: A Complementary Relevance Theoritic Proposal. Revista Alicantina De Estudios Ingles 227-246

Parkins, R. 2012. Gender and Emotional Expressiveness: An Analysis of Prosodic Features in Emotional Expression.

Penney, J. (2015). Social Media and Symbolic Action: Exploring Participation in the Facebook Red Equal Sign Profile Picture Campaign. Journal of Communication 20. International Communication Assosiation.

Radovanovic, D. (2012) Small Talk in the Digital Age: Making Sense of Phatic Posts. MSM2012 2nd Workshop of Making Sense of Microposts.

Richards (Eds), The Meaning of Meaning (pp.146-152). London:Routledge & Kegan Pau

Rogers, E. M. (1986). Communication Technology; The New Media in Society New York: The Free Press

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Sudji, (2015). Pengaruh Internet Terhadap Kehidupan Remaja Di Kota Padangsidimpuan. IJNS – Indonesian Journal on Networking and Security - Volume 4 No 4 – 2015 – ijns.org.

Stapa, S. (2012). Understanding Online Communicative Language Features in Social Networking Environment. GEMA Online Journal of Language Studies

Tannen, D. (1991) You Just Don’t Understand! Women and men in conversation. London: Virago.

Tang, C. (2015) The Influence of the Adresser’s and the Addresser’s Linguistics Politeness Behaviour. Journal Pragmatics 25:3 477-499. International Pragmatics Association.

Varis, P. (2014). Conviviality and Collectives on Social Media Virality, Memes, and New Social Structures. Journal of Language and Politics. Special Issue on the important of Unimportant Language.

Žegarac, V. (1998). What Is Phatic Communication? In V. Rouchota and A. H. Jucker, (eds.) Current Issues in Relevance Theory. Amsterdam: John Benjamins, 327-361.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.