Problematika dalam pembelajaran penerjemahan

Aris Wuryantoro

Abstract


Penerjemahan pada umumnya meliputi dua bahasa yang berbeda dan sistem bahasanya berbeda pula. Selain itu, penerjemahan juga meliputi bidang ilmu dan budaya. Oleh karena itu, bagi mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah penerjemahan memiliki problematika yang serius dalam pembelajaran penerjemahan. Tulisan ini mendeskripsikan problematika dalam pembelajaran penerjemahan khususnya untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Dalam mengampu mata kuliah penerjemahan, penulis menemukan beberapa problematika yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya dalam praktik menerjemahkan teks dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Problematika yang dimiliki mahasiswa dalam pembelajaran penerjemahan secara garis besar adalah kompetensi linguistik dan ekstra linguistik. Kompetensi linguistik meliputi penguasaan leksikal dan struktur gramatikal, sementara kompetensi ekstra linguistik meliputi bidang ilmu dan konteks budaya.


Keywords


penerjemahan, leksikal, struktur gramatikal; bidang ilmu; konteks budaya

Full Text:

PDF

References


Wuryantoro, A. (2014). “Belajar Budaya Melalui Penerjemahan”. Dalam Inayatillah, Fafi. dkk (Eds.), Membangun Budaya Literasi (hal. 230-243). Surabaya: Unesa University Press

Wuryantoro, A. (2014). Kajian Proses Penerjemahan dan Kualitas Terjemahan Teks Hukum dan Teks Ilmiah Bidang Hukum Karya Penerjemah Tersumpah. Disertasi. Surakarta: PPS UNS

Wuryantoro, A. (2015). Pernak-Pernik Penerjemahan. Madiun: Institut Press IKIP PGRI Madiun

Larson, M.L. (1984). Meaning-Based Translation: A Guide to Cross LanguageEquivalence. Lanham: University Press of America.

Molina, L & Albir, A.H. (2002). “Translation Techniques Revisited: A Dynamic and Functionlist Approach”. Meta: Translators’ Journal. vol. 47, no. 4, pages. 498 – 512.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.