Keterampilan Berpikir Kreatif Pada Siswa Sekolah Menengah Di Palangka Raya Menggunakan Pendekatan Saintifik

Hadma Yuliani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah menengah di palangka raya menggunakan pendekatan saintifik yang menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science), inkuiri terbimbing, metode eksperimen pada pembelajaran fisika pokok bahasan pesawat sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kreatif pada materi pesawat sederhana untuk pelajaran fisika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama di Kota Palangka Raya. Didalam mengambil sampel menggunakan teknik cluster sampling yaitu MTs An-Nur Palangka Raya dan SMP Negeri 7 Palangka Raya.  Sampel penelitian yaitu kelas VIII-A, dan VIII  - B untuk MTs An-Nur Palangka Raya, dan kelas VIII - Bdi SMP 7 Palangka Raya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di Palangka Raya setelah diterapkan pendekatan Saintifik dengan menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) diperoleh N-Gain rata-rata adalah 0,45,  dengan inkuiri terbimbing diperoleh N-gain rata-rata sebesar 0,34, dengan metode eksperimen diperoleh N-gain 0,40. Jadi,  peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa di sekolah menengah di palangka raya menggunakan pendekatan saintifik yang menggunakan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science), inkuiri terbimbing, metode eksperimen pada pembelajaran fisika pokok bahasan pesawat sederhana dalam kategori sedang.

 


Keywords


Keterampilan Berfikir Kreatif; Pendekatan Saintifik

Full Text:

PDF

References


Astupura, D. A., & Yuliani, H. (2016). Korelasi Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Motivasi Dan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Pokok Cahaya. EDU SAINS, 3(2).

Astupura, D. A., & Yuliani, H. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Motivasi Dan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Pokok Cahaya. EDU SAINS, 4(1).

Furchan, A. (2007). Pengajaran Penelitian dalam Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ganijanti, A. (2002). Seri Fisika Dasar Mekanika. Jakarta: Salemba Teknika.

Hamzah, B.Uno dan Nurdin, Mohamad. (2014). Belajar Dengan Pendekatan PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan,

Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: Bumi Aksara.

Marjan, J. (2014).”Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu’allimat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat”, e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, Vol.4.

Johnson, E. B. (2011). “CTL”. Bandung : Kaifa.

Sari, R. K. (2015). Perbandingan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) dan Student Team Achievement Division (STAD) ditinjau dari sikap ilmiah siswa dalam pokok bahasan

suhu dan kalor di Kelas X semester II SMA Negeri 1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 (Doctoral dissertation, IAIN

Palangka Raya).

Margaret, E.B.G. (1994). Belajar dan Membelajarkan , Jakarta : Raja Grafindo.

Martono, N. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Munandar, U. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta:Rineka Cipta.

Ngalimun, dkk. (2013). Strategi dan Model Pembelajaran Berbasis PAIKEM, Banjarmasin : Pustaka Banua.

Nursito. (2000). Kiat Menggali Kreativitas.Yokyakarta: Mitra Gama Widya

Palaila, A. (2007). Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Berfikir Kreatif, Bandung : Sekolah

Pasca sarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Riyanto, Y. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.

Sani, R. A. (2014). Untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Saregar, A. (2016). Pembelajaran Pengantar Fisika Kuantum dengan Media PhET Simulation dan LKM Melalui Pendekatan Saintifik: Dampak pada Minat dan Penguasaan Konsep Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika AlBiruni Vol 5 No 1, 53-60.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan

Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta.

Toharudin, U. (2011). Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: Humaniora.

Wawancara guru mata pelajaran Fisika MTs Annur.Palangka Raya (tanggal 25/09/2014).

Wawancara siswa kelas VIII MTs An-nur Palangka Raya (tanggal 25/09/2014).

Yuliani, H. (2012). Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Keterampilan Proses dengan Metode Eksperimen dan Demonstrasi

Ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Analisis. INKUIRI Vol 1 No.3,207-216

Yusro, A. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis SETS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN KEILMUAN (JPFK), 1(2),

-66.




DOI: http://dx.doi.org/10.25273/jpfk.v3i1.1134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Indexed by :

 

Kantor Sekertariat:
Universitas PGRI Madiun
Jl. Setiabudi No. 85 Kota Madiun 63118
Lt 2 Kantor Program Studi Pendidikan Fisika
email : jpfk@unipma.ac.id


Copyright Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFKISSN 2442-8868 (printed) , ISSN  2442-904X (online)
real
time web analyticsView My Stat