Treatmen bagi pengemis pada Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta

azmi mustaqim

Abstract


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui treatmen yang diberikan oleh Balai rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta kepada pengemis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Subyek penelitian adalah petugas balai rehabilitasi dan dua orang pengemis. Penggalian data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, mendisplay data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian adalah penyebab seseorang mengemis ada dua, yakni faktor intern dan ekstern. Penyebab intern timbul dari dalam diri sendiri sementara penyebab ekstern dipengaruhi oleh lingkungan individu. Berdasarkan penyebab tersebut didapati karakteristik pengemis adalah tingkat ekonomi rendah (miskin), tingkat pendidikan rendah, tidak memiliki pekerjaan dan meminta-minta, tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki identitas diri, hidup bebas tanpa aturan, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, dekadensi moral dan sosioemosional rendah, bersifat malas, dan tingkat religius rendah. Oleh karena pemberian satu treatmen yang berdasarkan karakteristik pengemis akan mempengaruhi pemberian treatmen yang lainnya, maka pemberian treatmen dilakukan secara eklektif yang mengkombinasikan beberapa treatmen sesuai kebutuhan.

Kata kunci : Treatmen, Pengemis, Balai Rehabilitasi Sosial


Abstract
This study aims to determine the treatments provided by Bina Karya and Laras Social Rehabilitation Center Yogyakarta to beggars. This study is using the descriptive qualitative method with the phenomenological approach. The research’s subject is Social and rehabilitation center’s employ and two beggars. Researcher is taking the data by interview and observation. For data analysis is using data reduce, data display and conclution.The result is, there are two causes of someone being a beggar, internal and external factors. Internal factor comes from individual self and external factor influenced by individual environment. Beggar’s characteristic based on the causes of poverty is low economic level, education level, without a job, homeless, without identity, free of lifestyle, without rules, aimless life, moral decadency and socio emotional low, shiftless, and less religious. The treatment provide based on characteristic will influence another treatment. Therefore treatments are given in an eclectic manner that combines several treatments as needed.

Keyword: Treatment, a Beggar, Social Rehabilitation Center


Keywords


Treatment; a Beggar; Social Rehabilitation Center

Full Text:

PDF

References


A.M, Yuki Deli. (2014). “Efektifitas Pembinaan dan Pelatihan Gelandangan dan Pengemis Oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru”. Jom Fisip. Vol. 2. No. 1. 1-15.

Abidin, Zainal. Sangidun & Budiyono, A. (2013) “Penanganan Problematika Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) Melalui Bimbingan dan Konseling Islami di Balai Rehabilitasi Sosial Martani Cilacap”. Jurnal Komunika Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto. Vol. 7. No. 2. 1-22.

Ahmad, Maghfur. (2010). “Strategi Kelangsungan Hidup Gelandangan-Pengemis (Gepeng)”, Jurnal Penelitia., Vol. 7. No. 2. 1-16.

Anggraini, Tyas M. dan Dewi, Noviyanti K. (2016). “ Identifikasi permasalahan Gelandangan dan Pengemis di UPT Rehabilitasi Sosila Gelandangan dan Pengemis”, INQUIRY Jurnal Ilmiah dan Psikologi. Vol. 7. No. 1. 30-40.

Asy’ari, Hasyim & Mudzakkir, Moh. (2015). “Pengemis dan Makam: Fenomena Pengemis di Makam Sunan Giri Kabupaten Gresik”. Jurnal Paradigma. Vol. 3. No. 2. 1-7.

Dokumentasi Dinas Sosial Yogyakarta tahun 2015.

Effendi, Tadjuddin Noer. (1993). Sumber Daya Manusia Peluang Kerja Dan Kemiskinan. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Hartono dan Aziz, Arnicun. (2001). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hayat, Abdul. Konsep Konseling berdasarkan ayat-ayat Al Quran. (2016). Yogyakarta: LKIS.

Keputusan Menteri sosial Republik Indonesia, (2003). tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di Lingkungan Departemen Sosial. Jakarta.

Muhaimin,. (2012). “Analisis Hukum Terhadap Efektifitas Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengentasan Kemiskinan dan Model Penyelesaiannya”. Jurnal Dinamika Hukum. Vol. 12. No. 1. 15-26.

Oktaviana, Maulida. Zukhri, Anjuman. & Meitriana, Made Ary. (2014). “Pengemis dan Upaya Penanggulangannya (Studi Kasus Di Desa Rarang Tengah Kecamatan Terara Kabupaten LombokTimur), Jur Penddikan Ekonomi. Vol. 4 No. 1.

Prayitno & Amti, Erman. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. (2013). Jakarta: Rineka Cipta.

Rohmah, Umi. (2011). Pengantar Bimbingan dan Konseling. Ponorogo: STAIN Po Press.

Zefitaningsih, Betha D. Wibhawa, Budhi. & Rachim, Hadiyanto A. (Tt.) “ Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis Oleh Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur”, Prosiding KS: Riset dan PKM. Vol. 3 No. 1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Counsellia is Indexed By:

 

 

 

View Counsellia Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.